Sebanyak 56 item atau buku ditemukan

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SANTRI MADRASAH ALIYAH DALAM SWAMEDIKASI BATUK DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA BOGOR PERIODE APRIL – MEI TAHUN 2021

No.161 Swamedikasi adalah upaya yang paling sering dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi gejala penyakit sebelum mencari bantuan dari tenaga kesehatan. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan- keluhan dan penyakit ringan seperti batuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi santri Madrasah Aliyah terhadap penyakit batuk di Pondok Pesantren Miftahul Huda Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 86 responden dengan kriteria pernah melakukan swamedikasi batuk. Kuesioner terdiri dari 20 item pernyataan pilihan benar salah yang terbagi menjadi 8 indikator. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan menggunakan persentase dan pembahasan. Hasil penelitian ini adalah 39,5% berjenis kelamin laki-laki, 60,5% berjenis kelamin perempuan, usia paling banyak 16-19 tahun 70,9%, tingkat kelas paling banyak 11 Aliyah 57%, pengetahuan swamedikasi batuk responden berdasar indikator yang menjawab dengan benar tentang definisi batuk (70,9%), jenis - jenis batuk (97,65%), penyebab dan cara mencegah batuk (93,9%), aturan minum obat batuk (91,06%), terapi farmakologis dan non farmakologis (93,96%), stabilitas obat (84,85%), penyakit lain yang berhubungan dengan batuk (95,35%) dan efek samping obat batuk (88,4%). Dari hasil 8 indikator yang diperoleh menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan baik tentang swamedikasi batuk sebesar 96,5%, dan responden dengan tingkat pengetahuan cukup sebesar 3,5 %.

PENGARUH KEPATUHAN PENGGUNAAN KRIM PERMETRIN TERHADAP EFEK TERAPI SCABIES SANTRI PUTRA DI PESANTREN DARUL MUTTAQIEN BOGOR TAHUN 2021

No.157 Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei, yang penularannya terjadi secara kontak langsung. Penyakit skabies umumnya menyerang individu yang hidup berkelompok seperti asrama dan pesantren. Prevalensi skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor terlihat meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh kepatuhan penggunaan krim permetrin (obat skabies) terhadap efek terapi skabies pada santri putra di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan metode deskripif untuk melihat gambaran tingkat kepatuhan terhadap efektifiktas penggunaan krim permethrin pada pasien skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor . Total populasi 100 santri putra. 80 santri sebagai sampel diambil berdasarkan rumus Slovin. Analisis data menggunakan metode Chi-Square dengan taraf signifikansi 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada pengaruh yang signifikan antara kepatuhan dengan efek terapi obat skabies dengan P-Value >0,05.

POTENSI SENYAWA ALKALOID SEBAGAI ANTIDIABETES BERDASARKAN MOLEGRO VIRTUAL DOCKER

No.773 Diabetes Melitus (DM) ialah penyakit metabolik kronis yang timbul saat tubuh tidak dengan cukup melakukan produksi insulin atau saat tubuh tidak bisa memanfaatkan insulin yang di produksi dengan efektif. Beberapa penelitian secara in vitro ataupun in vivo memperlihatkan dimana senyawa alkaloid mempunyai aktivitas sebagai antidiabetes. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan senyawa alkaloid yang memiliki Rerank Score terbaik dan mengetahui aktivitas farmakokinetika sertia toksisitas senyawa alkaloid sebagai kandidat obat antidiabetes. Prediksi sifat fisikokimia mengacu pada Lipinski rule's serta dilihat dari hasil farmakokinetika menggunakan pkCSM online tool, prediksi toksisitas senyawa menggunakan Toxtree dan prediksi interaksi ligan dengan reseptor menggunakan Molegro Virtual Docker (MVD). Dilaksanakan validasi dengan parameter valid apabila nilai RMSD < 2Å. Protein reseptor diabetes yang dimanfaatkan ialah 3L4W, 2RGU, 4A79, 1ECV dan 1V4S. Hasil penelitian menunjukkan reseptor 3L4W, 2RGU, 4A79, 1ECV dan 1V4S dinyatakan valid dan memiliki nilai RMSD < 2Å. 30 senyawa alkaloid memenuhi aturan Lipinski dan dilanjutkan proses docking. Dari 30 senyawa alkaloid tersebut, senyawa squamosamide, mahanine dan pandamarilactonine A mempunyai aktivitas lebih baik dibandingkan native ligand dikarenakan mempunyai nilai Rerank Score yang paling rendah. Ketiga senyawa memiliki aktivitas farmakokinetika yang baik serta toksisitas masuk ke dalam kelas 3 yang artinya dapat menyebabkan toksik bila digunakan dalam dosis tinggi

ANALISIS KOMPUTASI SENYAWA TURUNAN FLAVONOID DARI TANAMAN YANG MEMILIKI AKTIVITAS ANTIDIABETES

No.778 Flavonoid adalah senyawa organik yang mudah ditemui pada tanaman. Beberapa studi dilakukan dengan metode yang berbeda hasilnya senyawa turunan flavonoid menunjukkan efek hipoglikemik. Uji in silico atau komputasi dapat digunakan untuk menganalisa interaksi beberapa zat alami turunan flavonoid yang memiliki aktivitas antidiabetes. Molegro Virtual Docker dapat digunakan untuk mengetahui aktivitas dari senyawa organik. Nilai yang dihasilkan berupa Rerank Score (RS). Semakin kecil nilai RS maka aktivitasnya semakin baik atau stabil. Hasil RS terbaik pada mekanisme antidiabetes inhibitor α-glukosidase, DPP4 inhibitor dan PPAR-γ dimiliki senyawa malvidin (Anggur merah) dengan nilai RS -87,5545 kkal/mol, -97,1588 kkal/mol dan -121,045 kkal/mol. Glukokinase dimilki oleh senyawa krisoeriol (Bunga Crysanthymum) dengan nilai -98,9151 kkal/mol. Sedangkan, pada mekanisme PTB-1B dimilki oleh senyawa trisetin (Bunga Pomegranate) dengan nilai -98,9151 kkal/mol