Sebanyak 25 item atau buku ditemukan

POTENSI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN METABOLIT SEKUNDER BAKTERI ENDOFIT TANAMAN BAWANG DAYAK (Eleutherine sp.)

No.771 Tanaman bawang dayak (Eleutherine sp.) memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai senyawa antioksidan. Bakteri endofit tanaman bawang dayak (Eleutherine sp.) sebagai bahan uji yang diisolasi dari suatu tanaman inang yang telah diketahui mampu menghasilkan metabolit sekunder yang sama dengan tanaman aslinya. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan isolat bakteri endofit tanaman bawang dayak (Eleutherine sp.) yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi, golongan senyawa aktif yang terkandung dan senyawa aktif yang bersifat antioksidan. Pada penelitian ini, uji aktivitas antioksidan dilakukan secara kualitatif menggunakan metode DPPH dan secara kuantitatif dengan metode ABTS. Hasil pengujian menunjukkan dari 17 isolat bakteri endofit didapat 2 isolat yang menunjukkan adanya aktivitas antioksidan secara kuantitatif. Isolat bakteri endofit tersebut adalah BD TB 1.1 K memiliki nilai IC50 19,31 ppm dan BD TU 4 memiliki nilai IC50 54,40 ppm, dan trolox sebagai kontrol positif sebesar 4,04 ppm. Isolat BD TB 1.1 K dipilih dan diketahui memilliki golongan senyawa flavonoid sebagai antioksidan pada penapisan fitokimia yang dilanjut dengan pengujian analisis GC-MS. Hasil analisis GS-MS diduga senyawa 1-Nonadecene memiliki persentasi kemiripan 96% dan luas area yang tinggi 10,48% dan senyawa ini termasuk dalam golongan hidrokarbon alkena yang juga berperan sebagai metabolit bakteri.

STABILITAS DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN PASTA GIGI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% BONGGOL DAN KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus (L) Merr.)

No.768 Sediaan pasta gigi dari kombinasi ekstrak etanol 96% bonggol dan kulit buah nanas (Ananas comusus (L.) Merr.) diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans (Nasrudin, 2019). Namun stabilitas sediaannya dalam penyimpanan belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dan stabilitas fisik sediaan pasta gigi dari kombinasi ekstrak etanol 96% bonggol dan kulit buah nanas (2:1). Ekstrak etanol 96% bonggol dan kulit buah nanas diperoleh melalui metode maserasi dan pemekatan dengan rotary evaporator pada suhu 45oC. Ekstrak kental yang diperoleh diformulasikan kedalam sediaan pasta gigi dengan konsentrasi 40% kombinasi ekstrak bonggol dan kulit nanas (2:1). Uji stabilitas mutu fisik sediaan pasta gigi dilakukan melalui evaluasi sifat-sifat organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, pembentukan tinggi busa, dan aktivitas antibakteri yang terjadi selama penyimpanan pada suhu 40°C, 25°C, dan 4°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan pasta gigi memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans dan termasuk kedalam kategori kuat selama 5 minggu penyimpanan, dari uji stabilitas antibakteri terjadi penurunan zona hambat pada perlakuan suhu 4°C sebesar 10,41%, pada suhu 25°C sebesar 13,2% ,dan pada suhu 40°C sebesar 17%. Dari uji stabilitas sediaan pasta gigi menunjukkan sifat- sifat organoleptik, homogenitas, dan pH yang stabil pada ketiga suhu penyimpanan, Sedang viskositas tidak stabil karena terjadi peningkatan viskositas pada perlakuan suhu 4°C dan pembentukkan busa pada sediaan pasta gigi tidak stabil karena terjadi penurunan pada semua suhu penyimpanan.